MASIGNCLEAN103

Menghadapi Anak Berkemauan Keras


Tidak mudah memang kita sebagai orangtua jika dihadapkan kepada anak yang memiliki kemauan keras. Anak ini akan cenderung melakukan apa yang dia inginkan saja, susah diatur, sering mengabaikan perkataan kita sebagai orangtua bahkan terkesan tidak peduli. Sifat-sifat yang seperti itu tentu akan dengan mudah memancing emosi kita sebagai orang tua.


Namun, sebagai orang tua  jika kita memiliki anak yang demikian bersikaplah mengalah, anak-anak tipe serti ini membutuhkan perhatian khusus dari kita. Dengan perhatian yang tepat mereka akan terbiasa dan dapat mengontrol kemauan kerasnya utnuk menjadi pribadi yang optimis, bersemangat dan berani.

Lalu perhatian apa sajakah yang harus kita berikan kepada mereka ? berikut tips bagaimana menghadapi anak yang berkemauan keras :

1. Berilah mereka pilihan
Terbiasakan untuk memberi pilihan kepada mereka. Karena jika kita menawarkan pilihan, mereka akan merasa bahwa apa yang kita perintahkan kepada mereka seolah adalah keinginan mereka sendiri.

2.Menunjukkan empati kita sebagai orang tua
Saat mereka mengutarakan keinginannya, mereka akan berusaha sekuat mungkin mewujudkannya. Daripada kita menentangnya, berikanlah empati pada mereka dan pahami perasaannya. Contohnya, saat ia ingin membawa mainan kesukaannya saat ke sekolah. Kita  bisa mengatakana, “Kamu suka mainan ini dan ingin memainkannya, bukan? Pasti senang bisa memainkannya. Tapi kita pergi ke sekolah, jadi kamu tidak bisa membawanya. Tapi, kamu tetap bisa memasukkannya ke dalam tas.

3. Biarkan mereka belajar sendiri
Akan sulit memberi tahu anak-anak berkemauan keras tentang suatu hal. Cara terbaik untuk memberitahu mereka adalah dengan membiarkan mereka mengalaminya sendiri. Contohnya, ketika kita mengatakan pada mereka untuk tidak berlarian diluar rumah setelah hujan karena jalan licin dan becek sehingga ia akan mudah terjatuh. Mereka pasti berkata bahwa mereka tidak akan terjatuh, disamping itu dengan sendirinya mereka  akan lebih berhati-hati.
Daripada berdebat dan memarahinya, biarkan ia melakukannya. Atau, buruknya lagi, mungkin mereka perlu mengalami jatuh untuk memahami perkataan kita. Namun, bila kita menghawatirkan cedera serius dan risiko keselamatan mereka, sebaiknya kita damping mereka.

4. Dengarkan dan lihat dari sudut pandangnya.
Kesalahan yang sering dilakukan orang tua adalah kita merasa selalu tahu apa yang terbaik bagi anak kita. Bagi anak-anak berkemauan keras, tidak ada yang lebih tahu mereka ketimbang dirinya sendiri. Oleh karenanya, daripada memaksakan pendapat kita, sebaiknya kita dengarkan pendapatnya. Dengan begitu, kita akan memahami keinginan dan alasannya.

5. Tidak segera menawarkan bantuan
Anda mungkin geregetan dan tidak sabar ketika melihat anak kita tak kunjung naik ke tempat tidur. Ia masih menyibukkan dirinya dengan membereskan mainan, memasukkan buku pelajaran ke dalam ransel dan merapikan tempat tidur atau juga melakukan hal lain. Namun, kita harus menahan diri untuk tidak mengomel atau terlalu cepat menawarkan bantuan. Dengan mengatakan, “Ayo cepat, sudah malam” kita hanya memancing mereka untuk menentang kita.

Anak-anak berkemauan keras lebih suka bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mereka suka mengerjakan semuanya sendiri. Untuk itu, dukung ia dengan mengatakan, “Wah, kamu menyiapkan banyak hal sebelum tidur. Hebat sekali kamu sudah mandiri! Sekarang apa yang masih perlu kamu lakukan?” Anak-anak yang merasa lebih mandiri dan bertanggung jawab atas diri mereka sendiri akan lebih kecil kemungkinannya untuk menentang.

6. Terapkan rutinitas dan aturan
Rutinitas dan aturan akan membuat mereka tertib. Bila tidak ada aturan, mereka akan bertindak sewenang-wenang dan sesuka hatinya. Kita bisa membuat aturan seperti mematikan lampu rumah pukul 9 malam ketimbang segera menyuruhnya tidur. Anda tak perlu khawatir mereka tidak akan mengikutinya, karena biasanya anak-anak berkemauan keras adalah anak-anak yang bertanggung jawab.
 
7. Menghindar saat kita sedang marah
Saat kita  marah, sebaiknya kita segera menghindar darinya hingga kemarahan kita mereda. Kemarahan dan reaksi yang keras hanya akan menciptakan dorongan balik di mana mereka juga akan menjadi keras pada kita. Hindarilah berupaya membuat kita terlihat “menang”. Beri waktu untuk kita sendiri dan si kecil untuk memahami.

8. Mempererat Hubungan
Tidak ada kekuatan di dunia ini yang bisa membuat orang yang benar-benar berkemauan keras untuk mudah setuju. Hukuman hanya akan meningkatkan resistensi mereka. Mereka adalah anak yang tidak bisa diancam. Lantas bagaimana cara mendisiplinkan mereka? Caranya adalah melalui kedekatan. Bangun hubungan yang penuh dengan dukungan pada mereka.

Ketika merasa terkoneksi, anak-anak yang berkemauan keras biasanya akan setuju untuk melakukan apa yang kita  inginkan, bukan apa yang mereka inginkan. Anak-anak bekerja sama karena ada sesuatu yang mereka inginkan lebih pada saat itu, yakni hubungan yang dekat dengan orang tuanya.  Semakin kita menghukum mereka, semakin kita merusak hubungan hangat dengan mereka.

 

Share This :
bramantyo

Cyberbullying pada anak, sebab akibat dan cara mencegahnya !

Pengganggu memang telah ada sejak lama, tetapi teknologi telah memberi mereka alat baru untuk melakukan tindakan mereka. Tidak selal...