Tidak mudah memang kita sebagai
orangtua jika dihadapkan kepada anak yang memiliki kemauan keras. Anak ini akan
cenderung melakukan apa yang dia inginkan saja, susah diatur, sering mengabaikan
perkataan kita sebagai orangtua bahkan terkesan tidak peduli. Sifat-sifat yang
seperti itu tentu akan dengan mudah memancing emosi kita sebagai orang tua.
Namun, sebagai orang tua jika kita memiliki anak yang demikian
bersikaplah mengalah, anak-anak tipe serti ini membutuhkan perhatian khusus dari
kita. Dengan perhatian yang tepat mereka akan terbiasa dan dapat mengontrol
kemauan kerasnya utnuk menjadi pribadi yang optimis, bersemangat dan berani.
Lalu perhatian apa sajakah yang
harus kita berikan kepada mereka ? berikut tips bagaimana menghadapi anak yang
berkemauan keras :
1. Berilah
mereka pilihan
Terbiasakan
untuk memberi pilihan kepada mereka. Karena jika kita menawarkan pilihan,
mereka akan merasa bahwa apa yang kita perintahkan kepada mereka seolah adalah
keinginan mereka sendiri.
2.Menunjukkan empati kita
sebagai orang tua
Saat mereka mengutarakan
keinginannya, mereka akan berusaha sekuat mungkin mewujudkannya. Daripada kita
menentangnya, berikanlah empati pada mereka dan pahami perasaannya. Contohnya,
saat ia ingin membawa mainan kesukaannya saat ke sekolah. Kita bisa mengatakana, “Kamu suka mainan ini dan ingin
memainkannya, bukan? Pasti senang bisa memainkannya. Tapi kita pergi ke sekolah,
jadi kamu tidak bisa membawanya. Tapi, kamu tetap bisa memasukkannya ke dalam tas.
3. Biarkan mereka belajar sendiri
Akan sulit memberi tahu anak-anak
berkemauan keras tentang suatu hal. Cara terbaik untuk memberitahu mereka
adalah dengan membiarkan mereka mengalaminya sendiri. Contohnya, ketika kita
mengatakan pada mereka untuk tidak berlarian diluar rumah setelah hujan karena
jalan licin dan becek sehingga ia akan mudah terjatuh. Mereka pasti berkata bahwa
mereka tidak akan terjatuh, disamping itu dengan sendirinya mereka akan lebih berhati-hati.
Daripada berdebat dan memarahinya, biarkan ia melakukannya. Atau, buruknya lagi, mungkin mereka perlu mengalami jatuh untuk memahami perkataan kita. Namun, bila kita menghawatirkan cedera serius dan risiko keselamatan mereka, sebaiknya kita damping mereka.
Daripada berdebat dan memarahinya, biarkan ia melakukannya. Atau, buruknya lagi, mungkin mereka perlu mengalami jatuh untuk memahami perkataan kita. Namun, bila kita menghawatirkan cedera serius dan risiko keselamatan mereka, sebaiknya kita damping mereka.
4. Dengarkan dan lihat dari sudut pandangnya.
Kesalahan yang sering dilakukan
orang tua adalah kita merasa selalu tahu apa yang terbaik bagi anak kita. Bagi
anak-anak berkemauan keras, tidak ada yang lebih tahu mereka ketimbang dirinya
sendiri. Oleh karenanya, daripada memaksakan pendapat kita, sebaiknya kita dengarkan
pendapatnya. Dengan begitu, kita akan memahami keinginan dan alasannya.
5. Tidak segera menawarkan bantuan
Anda mungkin geregetan dan tidak
sabar ketika melihat anak kita tak kunjung naik ke tempat tidur. Ia masih
menyibukkan dirinya dengan membereskan mainan, memasukkan buku pelajaran ke
dalam ransel dan merapikan tempat tidur atau juga melakukan hal lain. Namun, kita
harus menahan diri untuk tidak mengomel atau terlalu cepat menawarkan bantuan.
Dengan mengatakan, “Ayo cepat, sudah malam” kita hanya memancing mereka untuk
menentang kita.
Anak-anak berkemauan keras lebih suka bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mereka suka mengerjakan semuanya sendiri. Untuk itu, dukung ia dengan mengatakan, “Wah, kamu menyiapkan banyak hal sebelum tidur. Hebat sekali kamu sudah mandiri! Sekarang apa yang masih perlu kamu lakukan?” Anak-anak yang merasa lebih mandiri dan bertanggung jawab atas diri mereka sendiri akan lebih kecil kemungkinannya untuk menentang.
Anak-anak berkemauan keras lebih suka bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mereka suka mengerjakan semuanya sendiri. Untuk itu, dukung ia dengan mengatakan, “Wah, kamu menyiapkan banyak hal sebelum tidur. Hebat sekali kamu sudah mandiri! Sekarang apa yang masih perlu kamu lakukan?” Anak-anak yang merasa lebih mandiri dan bertanggung jawab atas diri mereka sendiri akan lebih kecil kemungkinannya untuk menentang.
6. Terapkan rutinitas dan aturan
Rutinitas dan aturan akan membuat
mereka tertib. Bila tidak ada aturan, mereka akan bertindak sewenang-wenang dan
sesuka hatinya. Kita bisa membuat aturan seperti mematikan lampu rumah pukul 9
malam ketimbang segera menyuruhnya tidur. Anda tak perlu khawatir mereka tidak akan
mengikutinya, karena biasanya anak-anak berkemauan keras adalah anak-anak yang
bertanggung jawab.
7. Menghindar saat kita sedang marah
Saat kita marah, sebaiknya kita segera menghindar
darinya hingga kemarahan kita mereda. Kemarahan dan reaksi yang keras hanya
akan menciptakan dorongan balik di mana mereka juga akan menjadi keras pada kita.
Hindarilah berupaya membuat kita terlihat “menang”. Beri waktu untuk kita
sendiri dan si kecil untuk memahami.
8. Mempererat Hubungan
Tidak ada kekuatan di dunia ini yang bisa membuat
orang yang benar-benar berkemauan keras untuk mudah setuju. Hukuman hanya akan
meningkatkan resistensi mereka. Mereka adalah anak yang tidak bisa diancam.
Lantas bagaimana cara mendisiplinkan mereka? Caranya adalah melalui kedekatan.
Bangun hubungan yang penuh dengan dukungan pada mereka.
Ketika merasa terkoneksi, anak-anak yang berkemauan
keras biasanya akan setuju untuk melakukan apa yang kita inginkan, bukan apa yang mereka inginkan.
Anak-anak bekerja sama karena ada sesuatu yang mereka inginkan lebih pada saat
itu, yakni hubungan yang dekat dengan orang tuanya. Semakin kita
menghukum mereka, semakin kita merusak hubungan hangat dengan mereka.
Share This :

comment 0 komentar
more_vert