![]() |
| sumber gambar : www. lyceum.id |
Saat ini para siswa tampaknya tidak menyadari bahwa
guru mereka adalah orang yang memiliki perasaan, pemikiran, dan kekhawatiran.
Mereka hanya peduli pada teman, gadget dan social media mereka sediri. Di sekolah bahkan sekarang banyak Guru yang diabaikan atau diacuhkan oleh para siswa.
Dalam pemikiran mereka, guru hanyalah sebagai pengganggu bagi mereka. Lalu bagaimana
para guru agar dapat lebih dihormati? Berikut adalah beberapa kiat yang dapat
kita lakukan agar dapat lebih dihormati oleh para siswa.
1. Berdiri didepan pintu pada pagi hari saat akan
masuk kelas dan berjabat tangan dengan para siswa. Sambut siswa dengan berjabat
tangan saat mereka memasuki ruang kelas, akan menanamkan rasa hormat kepada
kita sebagai gurunya. Sehingga mereka bisa lebih meghargai kita.
2. Biarkan siswa kita tahu bahwa kita mendukung mereka secara emosional. Sebenarnya
siswa dan guru sama – sama gugup pada
hari pertama sekolah dan bertanya-tanya seperti apa tahun ini. Apakah ini tahun
yang baik atau buruk? Apakah akan menemukan teman baru? Apakah akan mencapai
tujuan? . Ini adalah kesempatan untuk bersantai, dengan sedikit tertawa dapat
menghilangkan kecemasan siswa.
3. Berikan humor atau guyonan kepada siswa agar mereka bisa tertawa. Para siswa
tentu suka tertawa. Tawa digambarkan sebagai "liburan instan". Tertawa
bahkan lebih hebat dari sebuah liburan. Tertawa di kelas menciptakan kontak
instan. Itu bisa mengubah pelajaran menjadi pusat pembelajaran karena siswa
suka kepada guru yang bisa membuat mereka tertawa.
4. Biarkan semangat hidup kita tercermin dalam
pelajaran dan hobi kita. Merupakan tantangan tersendiri untuk tetap bersemangat
dalam memberikan pelajaran, jika kita telah mengajar untuk waktu yang lama. Kita
harus menghadiri pelatihan dan terus memperbarui kurikulum serta berinovasi
agar siswa cepat memahami apa yang kita sampaikan. Anda bisa mengatakan,
"Ini bukan pekerjaan saya, saya seorang guru." Namun, para guru
terbaik selalu memiliki trik di lengan baju mereka, untuk membangkitkan minat belajar
siswa. Kita bisa memberikan kegembiraan dan kejutan saat pelajaran. Kita harus
mempersiapkan pelajaran yang dinamis dan kadang-kadang berbagi ceita tentang minat
pribadi siswa dan kita sendiri.
5. Kita harus mejelaskan apa yang penting untuk
dipelajari dan apa yang tidak. Seorang Peneliti otak telah mengetahui selama
bertahun-tahun bahwa kita belajar paling baik ketika kita menggabungkan
informasi lama dengan informasi baru. Saat mempelajari bahasa baru, lebih baik
belajar kata dengan kebalikannya, seperti kata "hitam" dan
"putih". Jika kita tidak dapat memikirkan satu hal, kata lain mungkin
mengingatkan kita pada kata yang tepat. Di kelas, kita bisa menggunakan istilah "koneksi"
untuk mendorong siswa membuat koneksi
dan megingatnya. Sebagai contoh, kita bisa mengatakan, "untuk mengingat hitam
kita juga harus mengingat putih, degan 2 kata yang berlawanan otak kita akan
lebih peka untuk mengingat “.
6. Selalu ingat: guru tidak mati. Kita hanya
kehilangan kelas. Dalam hal kenangan yang berharga, para pensiunan guru terus
hidup. Meskipun kita tidak lagi berada di ruang kelas, tetapi kita telah menyalakan banyak cahaya dari sekolah. Kita
menyimpan ingatan para siswa yang menikmati puisi lucu dan kenangan akan humor
kita, kenangan akan keadaan kelas. Banyak dari siswa akan mengingat kita
sebagai gurunya, dan memberikan ucapan terima kasih karena kita telah membantu
mereka mendapatkan pendidikan yang terbaik. Para guru ini pasti tahu bahwa
mereka telah mengubah kehidupan murid-murid mereka, menerangi jalan masa depan
untuk mereka.
Share This :

comment 0 komentar
more_vert