Akhir-akhir ini dunia warta kita
dihebohkan oleh pernikahan syeh Puji yang tergolong unik-menurut orang kota
namun biasa bagi orang di desa- yaitu karena dia menikahi gadis yang berusia
dibawah umur.
Seperti yang telah
saya katakana penomena itu memang unik atau tidak biasa bagi orang2 kota, namun
sugguh didesa itu adalah suatu yang sangat biasa, bahkan ada yang lebih muda
lagi dari gadis yang disunting Syeh Puji itu ada yang sudah punya anak. Syeh
Puji hanya satu dari banyak orang yang melakukan itu, menurut saya yang menjadi
masalah bukanlah pernikahannya dengan gadis dibawah umur, namun karena dia
adalah orang yang -katakanlah banyak dikenal orang- hingga kejadian ini banyak
diliput oleh media, coba kalo Syeh Puji itu tidak banyak dikenal orang mungkin
berita ini menjadi kabar yang biasa-biasa saja tidak akan sampai seheboh ini.
Saya ingat saat mendengar berita tentangnya suatu hari lalu, ia ditanya mengapa
memilih gadis dibawah umur untuk diperistrinya, saat itu ia menjawab kalo ia
ingin mendapatkan bibit unggul yang bersih lahir dan bathin yang akan ia serahi
untuk mengelola perusahaannya. Dia tidak mau kalo menikah dengan mahasiswi yang
sekarang ini banyak yang tercemar. Benarkah yang ia katakan?jujurkah dia?
Menurut saya pribadi
kalo ia ingin mendapatkan istri yang bisa mengelola perusahaannya itu mengapa
dia tidak memilih dari kalangan Mahasiswi yang notabenenya kan sudah dewasa,
sudah mampu berfikir. Jika dia tidak ingin memilih dari kalangan mahasiswi
hanya karena alasan itu, saya berani menyalahkan, banyak kan mahasiswi yang
masih suci, banyak yang cantik, pandai.
Apakah benar syeh Puji hanya ingin mendapatkan bibit unggul, apa benar dia
ingin mendapatkan istri yang benar2 suci atau karena Pedofilia? (Wallahua’lam)
(NB: pendapat pribadiku dari pemberitaan
yang telah beredar)
Share This :

comment 0 komentar
more_vert